Cerpen Didik Wahyu Kurniawan
Sewajarnya aku bercerita. Dia datang ketika itu membawa beberapa tumpuk kertas dan beberapa lembar uang seratus ribu. Dia bilang kalau dia sudah sukses nanti dia akan datang menemuiku dan memenuhi janjinya kepadaku. Tidak lama aku menunggu kedatangannya. Sebulan sebelum itu dia menelfonku. Katanya proyek yang diceritakan kepadaku sudah sukses. Sesingkat itu pikirku.
